NewsUncategorized

Siaran Pers – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

BEKRAF SOSIALISASIKAN KEHADIRAN LMKN DI INDONESIA

Bekraf, Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi bekerjasama dengan LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional) mensosialisasikan kehadiran LMKN di Indonesia. Diantara tugas-tugasnya, LMKN mempunyai tugas untuk pengelolaan royalti bidang lagu dan/atau musik sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 89 Undang-undang No.28 tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta). Tugas lainnya dari LMKN adalah untuk menetapkan ketentuan mengenai pedoman penetapan besaran royalti, yang selanjutnya disahkan oleh Menteri.

Dalam sosialisasi ini, Bekraf mengundang para pengguna Hak Cipta dan hak terkait. Para pengguna yang hadir diantaranya adalah Asosiasi Pengelola Rumah Karaoke Keluarga Indonesia (APERKI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), para Pengusaha Pertelevisian, para Pemilik usaha Radio, para pemilik pusat-pusat kebugaran, perusahaan maskapai penerbangan, dsb. Sosialisasi ini dilaksanakan dengan harapan kedepannya tercipta pemahaman yang menyeluruh terkait sistem pemungutan royalti di Indonesia sekaligus sebagai sarana bagi para pemangku kepentingan untuk mengenal satu sama lain.

Sesuai dengan Pasal 87 UU No.28 tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta) yang menegaskan bahwa setiap Pencipta Lagu/Musik, Penyanyi, Pemusik, Pelaku Pertunjukan, Produser Fonogram, dan Pemilik Hak Terkait lainnya harus menjadi anggota Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) agar mereka dapat memperoleh hak ekonomi atas karyanya, termasuk royalti. Dengan kata lain, LMK adalah lembaga yang berhak memungut royalti dari para pengguna Hak Cipta dan hak terkait.

Saat ini, LMK yang telah mendapat SK dari Kementrian Hukum dan HAM RI berjumlah 6 LMK yang terbagi dalam 2 kelompok, yaitu LMK Hak Cipta dan LMK Hak Terkait. LMK Hak Cipta mencakup LMK Karya Cipta Indonesia (KCI), LMK Wahana Musik Indonesia (WAMI), dan LMK Royalti Anugrah Indonesia (RAI), sedangkan LMK Hak Terkait mencakup LMK PAPPRI, LMK Sentra Lisensi Musik Indonesia (SELMI), dan LMK Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI).

Pelaksanaan sosialisasi LMKN sendiri merupakan bentuk implementasi konkrit BEKRAF RI dalam usahanya mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif yang kondusif di bidang musik. Dengan kerjasama antara LMKN, LMK dan para pengguna Hak Cipta, pelaku ekonomi kreatif yang karyanya digunakan secara komersil akan memperoleh hak ekonomi maupun hak lainnya secara adil dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Previous post

[:en]Happy Independent Day Indonesia[:id]Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia[:]

Next post

[:en]Press Release - Jazz Goes To Campus[:id]Siaran Pers - Jazz Goes To Campus[:]

dena ramadhani

dena ramadhani

No Comment

Leave a reply