LMKNNews

SISTIM SATU PINTU PENAGIHAN ROYALTI MUSIK DI INDONESIA

Bali – Penagihan royalti sistim satu pintu adalah bagian dari rangkaian kegiatan pengelolaan royalti Hak Cipta dan Hak Terkait. Sistim ini, langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan royalti musik yang professional, transparan, adil dan efisien. Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) menjadi satu-satunya badan yang memiliki kewenangan untuk menarik, menghimpun, dan mendistribusikan Royalti dari pengguna yang bersifat komersial, sebagaimana tertuang di dalam Pasal 89 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Pemungutan royalti musik sistim satu pintu (baca. Deklarasi Bali) mulai di deklarasikan pada 26 April 2019 di Bali. Deklarasi Bali ini dihadiri Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, LMKN dan LMK (Lembaga Manajemen Kolektif), seperti KCI, WAMI, RAI, SELMI, PAPPRI, ARDI, ARMINDO dan SMI.

Foto: Budi Yuniawan, Operations Manager Wahana Musik Indonesia saat menandatangani Deklarasi Bali.

Deklarasi Bali merupakan sebuah tonggak bersejarah bagi perjalanan penarikan penghimpunan dan pendistribusian royalti musik, khususnya mengenai hak cipta dan hak terkait di Indonesia. Melalui deklarasi ini, seluruh pihak yang hadir berkomitmen untuk menyelenggarakan sebuah pengumpulan royalti yang berorientasi pada kesejahteraan hidup pencipta dan atau pemegang hak cipta.

Foto: Foto bersama usai menandatangani Deklarasi Bali. (kiri ke kanan) Ramsudin (Perwakilan SELMI), Uyun (Perwakilan RAI), Budi (Perwakilan WAMI), Ismail (Perwakilan ARDI), Yurod Saleh (Ketua LMKN), Freddy Haris (Dirjen KI), Dwiki D (PAPRI), Enteng (KCI), Sandy (ARMINDO), Hendra (SMI).

Tak hanya itu, para pihak berupaya menjaga kepentingan para pemilik/pemegang hak cipta dan atau hak terkait di Indonesia. Mengikis dan mengakhiri silang pendapat yang terjadi selama ini diantara anggota masyarakat dalam hal pemungutan (penagihan royalti) di beberapa daerah di Indonesia. Pasalnya, Industri musik di tanah air tidak akan pernah besar, jika pencipta, pemegang hak cipta dan hak terkait tidak mendapatkan apa yang seharusnya menjadi haknya. Untuk itu, sebagai organisasi, LMKN akan terus berbenah dan memperbaiki sistim pengelolaan royalti musik dengan sistim satu pintu.

Previous post

[:id]WAMI HADIRI MÜST 20th ANNIVERSARY AWARDS[:]

Next post

[:id]WAMI GELAR MITRA PENERBIT MUSIK GATHERING[:]

admin

admin

No Comment

Leave a reply